Ratusan hektare tanaman padi milik petani yang dirusak hama burung emprit. (Atta Hatta/Mili.id)
Jember - Serbuan ribuan burung emprit atau bondol Jawa dalam seminggu terakhir ini meresahkan petani di wilayah Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Wuluhan, Jember, karena ratusan hektare sawah yang ditanami padi milik mereka terancam gagal panen.
"Ini serangan hama pertama. Sebelumnya tidak pernah ada serangan seperti ini. Burunge mprit itu menyerang secara berkelompok. Mereka memakan biji padi sampai kempes, sebagian gabah juga rontok," kata Ketua Kelompok Tani Margomulyo Maryono saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (18/7/2024).
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Dipaparkan Maryono untuk sawah yang diserang hama luasan sawahnya kurang lebih 116 hektare.
"Kerugian belum kami taksir pasti, bisa sampai puluhan juta rupiah. Apalagi yang diserang, rata-rata umur tanaman padinya 70-80 harian sehingga bisa terancam gagal panen," sambungnya.
Terkait serangan hama burung emprit itu, lebih lanjut menurut Maryono, dalam sehari terjadi dua kali.
"Serangan pertama saat pagi hari kisaran pukul 08.00 - 10.00 WIB, dan kedua saat sore jelang magrib sekitar pukul 14.00 - 17.00 WIB. Para petani akhirnya selalu waspada dan berjaga untuk mengusir hama ini," ungkapnya kesal.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Sehingga Maryono berharap ada perhatian dari pemerintah, karena selama ini, pihaknya hanya swadaya menghadapi hama ini.
Menanggapi keluhan petani ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember Imam Sudarmaji mengaku masih mendalami informasi yang dikeluhkan petani.
Ia mengatakan, pihaknya akan meninjau daerah mana saja yang terkena serangan hama serupa.
"Ya kita pastikan dulu daerah mana saja yang terkena serangan hama Burung Emprit ini dan bentuk serangannya seperti apa," kata Imam.
Lebih lanjut terkait keluhan petani, Imam berjanji untuk mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan hama burung emprit tersebut.
"Termasuk juga upaya dan cara, bagaimana membasmi hama-hama tersebut," pungkasnya.
Editor : Aris S
