Kepastian Pemulangan Eks Penganut Syiah Sampang, Tunggu Keputusan Gubernur

Kepastian Pemulangan Eks Penganut Syiah Sampang, Tunggu  Keputusan Gubernur © mili.id

Foto dok

Mili.id - Pemulangan mantan penganut Syiah Sampang yang mengungsi di Sidoarjo kembali terhambat. 

Sebab pemulangan masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Di samping rencana itu, saat ini sedang diperjuangkan akan pekerjaan dan tempat tinggal mereka. 

Baca juga: Menteri PU Minta Penambahan Tenaga Kerja untuk Percepat Proyek Sekolah Rakyat di Sampang

Dari 25 KK yang akan dipulangkan pada kloter pertama, hanya sebagian yang rampung membangun rumah di kampung halaman, yakni di Desa Blu'uran dan Desa Karanggayam

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) atas nasib mantan penganut syiah setelah tiba di Kota Bahari.

Dalam hal ini, pihaknya meminta bantuan kepada Pemprov Jatim untuk menyiapkan perumahan atau Rumah Layak Huni (RLH) bagi mereka.

Namun, masih belum ada kepastian, mengingat jawaban atas bantuan RLH belum dilayangkan oleh Pemprov Jatim.

Baca juga: Akhiri Baksos, Persatuan Jurnalis Sampang Sisir Pelosok Desa

"Jika Pemprov Jatim masih menarik ulur, maka kami siap mengambil seluruhnya, kami pun siap menggunakan dana pribadi demi nasib warga kita," ujarnya Sabtu (15/1)

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta bantuan agar warga mantan penganut Syiah diakomodir untuk dicarikan pekerjaan, misal didistribusikan ke pabrik atau lapangan pekerjaan lainnya.

Lebih lanjut, terkait target dalam pemulangan mantan penganut Syiah ini, pihaknya menginginkan semua warga yang saat ini mengungsi di Rusun Jemundo, Sidoarjo dapat dipulangkan semua melalui koordinasi dengan para ulama di Sampang.

Baca juga: Budidayakan Ayam Gaok, M. Zahdi Jadi Peternak Besar di Madura

Akan tetapi, sementara ini pihaknya akan fokus terlebih dahulu ke pemulangan tahap pertama, sekitar 25 KK.

"Misalkan per KK, satu atau dua orang ditarik untuk memperoleh pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," terang pria yang akrab disapa Haji Idi itu.

Editor : Redaksi



Berita Terkait